welcome to my blog

maaf kalo isinya jelek... :-)

Jumat, 11 November 2011

Teori Akuntansi dan Perkembangannya


Teori akuntansi merupakan penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip luas yang memberikan kerangka acuan umum yang dapat digunakan untuk menilai praktek akuntansi, memberi arah pengembangan prosedur dan praktek baru. Tujuan teori akuntansi untuk memberikan seperangkat prinsip logis yang saling berkaitan, yang membentuk acuan umum bagi penilaian dan pengembangan praktek akuntansi yang sehat.

Tingkatan Teori Akuntansi
Teori akuntansi dapat dikelompokkan dalam tiga tingkat utama, yaitu:
1.      Teori Sintaksis
2.      Teori Interpretasional
3.      Teori perilaku (pragmatis)  
Teori Sintaksis
Teori ini berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan. Teori sintaksis mencoba menerapkan praktek akuntansi yang sedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadap situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian-kejadian tertentu.

Teori Interpretasional (semantis)
Teori ini berkonsentrasi pada hubungan antara obyek atau kejadian dan istilah atau simbol. Teori - teori yang berhubungan dengan interpretasi (semantik) diperlukan untuk memberikan pengertian dalil - dalil akuntansi yang bertujuan meyakinkan bahwa penafsiran konsep oleh para akuntan sama dengan penafsiran para pemakai laporan akuntan. Misalnya, laba akuntansi merupakan konsep buatan yang mencerminkan kelebihan pendapatan atas beban sesudah menerapkan aturan tertentu untuk mengukur pendapatan dan beban.
 Konsep-konsep umum sering tidak dapat diinterpretasikan dan diberi pengertian yang berbeda oleh para peneliti yang berbeda. Misalnya, nilai tidak memiliki interpretasi khusus. Current value (nilai saat ini) akan mempunyai pengertian yang sama, sebelum menginterpretasikan kita harus melihat subkonsepnya dahulu sehingga terdapat kesepakatan yang jelas mengenai interpretasinya. Konsep nilai sekarang dari jasa yang akan datang, arus kas yang didiskontokan, harga pasar berlaku, dan nilai bersih yang dapat direalisasikan semuanya merupakan subkonsep dari nilai berlaku.
Contoh penerapan teori interpretif adalah: pengukuran nilai persediaan pada saat ini, langkah pertama adalah menunjukkan subkonsep untuk menerapkan aturan interpretasi khusus. Jika harga beli berlaku yang dipilih maka current value dapat didefinisikan sebagai harga tukar untuk suatu barang di pasar pembelian pada tanggal neraca. Jika harga pasar tidak ada dapat dianggap harga pasar tidak layak pakai, maka alternatifnya adalah menilai prosedur akuntansi lain yang tersedia dalam kondisi interpretasi ini. Pembuktian teori ini dapat diperoleh dari riset yang dilakukan untuk menentukan apakah pemakai informasi akuntansi memahami makna yang dimaksudkan oleh pembuat informasi, apakah telah konsisten dengan teori yang ada.
Teori Perilaku (pragmatik)
Teori ini menekankan pada pengaruh laporan serta ikhtisar akuntansi terhadap perilaku atau keputusan. Penekanan dalam perkembangan teori akuntansi adalah penerimaan orientasi komunikasi dan pengambilan keputusan. Sasarannya pada relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan dan perilaku berbagai individu atau kelompok sebagai akibat penyajian informasi akuntansi serta pengaruh laporan dari pihak eksternal terhadap manajemen dan pengaruh umpan balik terhadap tindakan para akuntan dan auditor. Jadi, teori perilaku mengukur dan menilai pengaruh-pengaruh ekonomik, psikologis, dan sosiologis dari prosedur akuntansi alternatif dan media pelaporannya.









Perkembangan Teori Akuntansi
Teori akuntansi telah berkembang melalui revolusi besar, khususnya selama tahun 1960-an dan tahun 1970-an,dan terus berlanjut sampai tahun 1980-an.Selama periode yang sama ini dan sekitar 50 tahun yang lalu, pemikiran akuntansi juga telah di kembangkan melalui proses evolusi. Perlunya telaah sejarah pemikiran akuntansi berasal dari hubungan dengan masa lalu.
Sebelum tahun 1930, teori akuntansi sebagai suatu pranata penalaran logis yang di rumuskan dengan baik biasanya tidak mendahului praktek akuntansi;jikapun benar, maka sekarangalah hal itu dapat dilakuakan. Akuntansi berkembanga sejalan dengan bertambahnya kebutuhan ,dan perubahan terjadi secara bertahap dalam konsep dan teknik akuntansi. Tetapi prakteknya akuntansi yang baru harus tetap diselaraskan dengan hubungan dan lembaga ekonomi yang berubah serta tujuan akuntansi.
Perkembangan Praktek Dan Pemikiran Akuntansi  Sebelum Tahun 1930
Perubahan dalam tujuan laporan keuangan mengakibatkan perubahan berikut dalam pemikiran akuntansi :
1.      Berkurangnya penekenan neraca sebagai laporan nilai dengan lebih menganut konsep
Going-concern (kesinambungan) dari pada konsep likuidasi dan memandang neraca
sebagai penghubung antara dua perhitungan rugi-laba dan bukan sebaliknya.
2.      Penekanan semakin meningkat pada perhitungan rugi-laba dan konsep laba (income )
yang seragam.
3.      Perlunya penguangkapan penuh (full-disclosure) informasi keuangan yang relevan,
dengan menyajikan laporan keuangan yang lebih lengkap dan menyajikan laporan
keuangan yang lebih lengkap dan meningkatkan pengunakan catatan kaki
4.      penekanan konsistensi dalam pelaporan,khususnya yang menyangkut perhitungan rugi
Laba. Perubahan ini terdapat dalam literatur dan dalam pernyataan beberapa organisasi
Yang berkempentingan sebelum dan sesudah tahun 1930.

Perkembangan Standart Akuntansi Sebelum Tahun 1930
Sejak tahun 1894, America Association of Public Accountants (pendahulu American Institute of Accountants dan AICPA) membuat resolusi yang menyatakan bahwa urutan penyajian di dalam neraca harus dimulai dari realisasi yang penting realisasi yang paling cepat sampai yang paling lambat yang mengidentifikasikan secara jelas penekenan pada penyajian informasi kepada indikator.

Pengembangan Prinsip Akuntansi Oleh America Institute Of Certified Public Accountants
Apa yang terkenal di Amerika Serikat sebagai ”generally accepted accounting priciples” (GAAP) sangat dipengaruhi oleh buletin AICPA, khususnya sebelum pembentukan Financial Accounting Standards Board tahun 1973. Sejak tahun 1930-an pengaruh ini merupakan hasil dari laporan komite khusus yang di keluarkan oleh Commitee on Accounting Procedure, Accounting Terminology Bulletins yang dikeluarkan oleh Committee on Terminology, Research Studies dari Accounting Research Division dan Opinions and Statements dari Accounting Principle Board.
Komite-komite khusus
Komite khusus Institute (AIA) menyarankan 5 aturan kepada New York Stock Exchage pada tahun 1933. Aturan ini ikhtisarkan sebagai berikut:
1. laba yang belum direalisasi tidak boleh dikredit ke perkiraan laba. Laba dianggap direaliasi bila penjual terjadi dalam operasi usaha yang biasa kecuali dalam keadaan khusus.
2. Surplus modal tidak boleh digunakan untuk menghilangkan perkiraan laba suatu tahun kecuali dalam reorganisasi atau kuasi reorganisasi.
3. Laba di tahan dari perusahaan anak yang sudah ada sebelum perusaan itu dibeli bukanlah bagian laba ditahan konsolidasi dari perusahaan induk perusahaan anak, demikian pula deviden yang diumumkan dari laba ditahan perusahaan anak tidak boleh kredit secara layak ke perkiraan laba perusahaan induk.
4. Dividen atas saham yang dibeli kembali tidak boleh di kredit ke laba (income).
5. Piutang dagang atau wesel tagih yang jatuh tempo dari pejabat, pegawai atau perusahaan anak harus ditunjukkan secara terpisah.

Dewan Prinsip Akuntansi (The Accounting Principle Board)
Khususnya selama tahun 1950-an, Committee on Accounting Procedure of the intitue dikritik karena terlalu lamban mempersiapkan pernyataan tertulis prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Juga disadari bahwa komite tersebut tidak mampu menangani perubahan-perubahan utama kelembagaan dalam praktek dunia usaha karena fasilitas penelitian.
Mendasari masalah yang dihadapi, Alvin R. Jennings, presiden Institute, bulan Oktober 1957 mengusulkan pembentukan organisasi yang baru untuk menguji asumsi dasar akuntansi, mengidentifikasi prinsip “yang paling baik”, menyiapkan metode baru untuk membimbing dunia industri dan profesi akuntansi. Sebagai hasil pernyataan Jennigs, Special Committee on Research Program ditunjuk bulan Desember 1957. Laporannya pada bulan Desember 1958 menyarankan formasi Accounting Principle Board dan Staf penelitian akuntansi.
Divisi Penelitian Akuntansi (Accounting Research Division)
Usaha-usaha menyiapkan pernyataan lengkap mengenai prinsip-prinsip akuntansi yang bersifat menyeluruh dibuat dan diserahkan oleh Institute tahun 1939 dan tahun 1949-1950. Tetapi tahun 1959,berdasarkan rekomendasi Special Committee on Research Program, Institute direorganisasi untuk memungkinkan pengembangan “rumusan tertulis prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum sebagai pedoman bagi para anggotanya dan pihak-pihak lainnya. Salah satu tujuan reorganisasi tersebut adalah untuk dapat menyelesaikan masalah luas akuntansi pada 4 tingkat :
1. Penetapan postulat dasar
2. Penetapan prinsip-prinsip yang luas.
3. Menetapkan peraturan atau pedoman lain bagi penerapan prinsip-prinsip dalam situasi khusus.
4. Penelitian

Perbedaan utama antara pendekatan ini terhadap penelitian akuntansi serta pengembangan prinsip akuntansi dan pendekatan sebelumnya yang digunakan Institute adalah sebagai berikut :
1. Pendekatan Accounting Research Division dimaksud untuk memperluas ruang lingkupnya dan lebih mengandalkan metode deduktif dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi serta penerapannya dalam praktek akuntansi.
2. Research Division bekerja sama dengan Accounting Principle Board, tetapi divisi ini dimaksudkan sebagai devisi yang lebih independen daripada Accounting Research Department dalam hubungannya dengan Committee on Accounting Principles sebelum tahun 1960.
3. Research Studies disebarluaskan untk dibahas sebelum di putuskan oleh Accounting Principles Board.
4. Research Studies dimaksudkan untuk memberikan pembahasan terperinci atas masalah yang dihadapi dan disertai dengan penalaran lenkap yang menghasilkan kesimpilan.
Proyek kerangka konseptual
Proyek kerangka konseptual (conceptual framework projeck) FABB dapat dianggap mencerminkan revolusi dala pemikiran akuntansi. Beberapa perubahan berkembang secara bertahap sejak publikasi Paton dan Littleton Monograph tahun 1940. Perubahan lainnya telah diterima umum sejak publikasi APB Statement No. 4 tahun 1970. Beberapa dari perubahan pemikiran akuntansi ini adalah :
1. Penekanan pada tujuan sosial yang luas dari akuntansi
2. Pengakuan pendekatan manfaat keputusan dan memahami pentingnya arus kas dalam proses pengambilan keputusan.
3. Perubahan dasar pendekatan dari konsep penandingan (matching concept) untuk mencari laba ke penekanan pada pengukuran dalam neraca dengan laba yang dikur melalui perubahan neraca.
4. Penekanan pada interpretasi semantik atas elemen laporan keuangan,bukannya menagndalkan definisi prosedural terdahulu

Perkembangan Pendekatan Teori Alternatif
Kebanyakan perkembangan pemikiran akuntansi berasal dari penelitian dan tulisan individu atau team dalam masyarakat akademik, dan dari beberapa penulis serta penelitian dalam profesi akuntansi. Literatur akuntansi yang berhubungan dengan teori akuntansi dapat diklasifikasi sebagai berikut:
1. Pembahasan kritis mengenai bidang khusus teori atau praktek akuntansi dan menunjukkan penyimpanan tertentu.
2. Artikel dan buku-buku yang menganjurkan teori baru atau teori pendekatan parsial.
3. Usaha untuk merumuskan teori umum akuntasi
4. Penerapan teori dari disiplin lain pada akuntansi
5. Pengujian empiris teori-teori atau teori-teori parsial.

going concern adalah suatu keadaan di mana perusahaan dapat tetap beroperasi dalam jangka waktu ke depan, dimana hal ini dipengaruhi oleh keadaan financial dan non financial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar