welcome to my blog

maaf kalo isinya jelek... :-)

Sabtu, 12 November 2011

METODOLOGI PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI


Dalam dunia akuntansi professional, ada kepercayaan umum bahwa akuntansi adalah suatu seni yang tidak dapat diformalisasikan dan bahwa metodologi yang digunakan dalam formulasi suatu teori akuntansi secara tradisional adalah usaha untuk menjustifikasi apa yang terjadi dengan mengodifikasikan praktik-praktik akuntansi. Teori seperti ini dinamakan akuntansi deskriptif  (descriptive accounting) atau teori deskriptif akuntansi (descriptivetheory of accounting).

v  PENDEKATAN UNTUK PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI
Pendekatan tradisional tersebut adalah :
Nonteoretis, praktis, atau pragmatis (informal);
Teoretis
a.                Desuktif
b.                Induktif
c.                 Etis
d.                Sosiologi
e.                Ekonomi
f.                  Selektif

v  PENDEKATAN NONTEORITIS
Pendekatan nonteoritis adalah suatu pendekatan pragmatis (atau pragmatis) dan pendekatankekuasaan.

Pendekatan pragmatis
(pragmatic approach) terdiri atas penyusunan suatu teori yangditandai oleh kesamaannya dengan praktik dunia nyata yang berguna dalam artian memberikan solusi yang sifatnya praktis.
Berdasarkan pendekatan ini, teknik dan prinsip akuntasi seharusnya dipilih atas dasar kegunaan mereka bagi para pengguna informasi akuntansi dan relevansi mereka terhadap proses pengambilan keputusan.
Kegunaan, atau utilitas, berarti “sifat yang mencocokkan sesuatu untuk melayani atau memfasilitasi tujuanyang dimaksudkannya.

Pendekatan kekuasaan
(authoritarian approach) untuk perumusan suatu teori akuntansi,yang terutama dipergunakan oleh organisasi professional, terdiri atas penerbitan pernyataansebagai regulasi dari praktik – praktik akuntansi.Intinya, pendekatan pragmatis untuk mengembangkan prinsip akuntansi telah dikirim olehotoritas akuntansi di masa lampau, dan usaha untuk menurunkan konflik  konflik dan praktik yang ada hingga saat ini masih bersifat sangat hati – hati dan sementara. Hal initerlihat berdasarkan pengalaman bahwa pendekatan ini tidak akan, dengan usahanya sendiri,mampu mendekati penyelesaian masalah konflik dalam prinsip –prinsip akuntansi yang berlaku.
Pendekatan teori akuntansi merasionalisasikan pilihan dari tehnik – tehnik akuntansi yangberdasarkan atas pemeliharaan persamaan akuntansi, yaitu persamaan neraca dan persamaan laba akuntansi

Persamaan neraca biasanya dinyatakan sebagai :
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemilik 

Persamaan laba akuntansi biasanya dinyatakan sebagai :
Laba Akuntansi = Pendapatan – Biaya

PENDEKATAN DEDUKTIF
Langkah yang digunakan untuk memperoleh pendekatan deduktif akan meliputi :
1.    menentukan tujuan dari laporan keuangan
2.      memilih “postulat” dari akuntansi
3.      menghasilkan “prinsip” dari akuntansi4. mengembangkan “teknik” dari akuntansi


PENDEKATAN INDUKTIF
Dalam penyusunan dari suatu teori diawali dengan observasi dan pengukuran serta berlanjut pada kesimpulan umum.
Dalam penerapannya dalam akuntansi,pendekatan induktif diawali dengan observasi mengenai informasi keuangan dari perusahaan bisnis dan dilanjutkan dengan menyusun generalisasi dan prinsip – prinsip akuntansi dariobservasi tersebut berdasarkan kepada hubungan yang berulang kembali.
Argumentasi induktif dikatakan didahului oleh kondisi khusus (informasi akuntansi yang menggambarkanhubungan yang berulang kembali) ke umum (rumus dan prinsip dari akuntansi). Pendekatan induktif untuk suatu terori mencakup empat tahap :
1.            Mencatat seluruh observasi.
2.            Menganalisis dan mengklasifikasikan observasi untuk mendeteksi adanya hubungan yang berulang kembali.
3.            Penurunan induktif dan generalisasi dan prinsip akuntansi dari observasi yang menggambarkan hubungan berulang.
4.            Menguji generalisasi.

PENDEKATAN ETIS
Inti dasar dari pendekatan etis terdiri atas konsep kewajaran (fairness), keadilan (justice),ekuitas (equity), dan kenyataan (truth). Apa pun konotasinya, kewajaran telah menjadi salahsatu tujuan dasar akuntansi. Committee on Auditing Procedures mengacu pada criteria dari “kewajaran dari penyajian” seperti : (1) kepatuhan terhadap prinsip – prinsip akuntansi yangberlaku umum, (2) pengungkapan (3) konsistensi (4) dapat diperbandingkan. Dalam suatulaporan wajar, auditor tidak hanya menyatakan sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi yangberlaku umum dan standar audit yang berlaku umum tetapi juga suatu opini dengan kata – kata “menyajikan secara wajar”.

PENDEKATAN SOSIOLOGI
Pendekatan sosiologi bagi perumusan teori akuntansi menekankan pengaruh sosial daritehnik akuntansi. Hal ini merupakan pendekatan etis yang berpusat pada suatu konsep darikewajaran yang lebih luas, kesejahteraan sosial. Berdasar pada pendekatan sosiologi, prinsipatau tehnik akuntansi yang ada dievaluasi untuk penerimaan dari dasar pengaruh laporannya terhadap seluruh kelompok dalam komunitas.
Juga tersirat dalam pendekatan ini adalah adanya ekspetasi bahwa data akuntansi akan berguna dalam pembuatan kesejahteraan sosial.Untuk mencapai tujuannya, pendekatan sosiologi mengasumsikan keberadaan dari “nilaisosial baku” yang mungkin digunakan sebagai kriteria untuk menentukan teori akuntansi.

PENDEKATAN EKONOMI
Pendekatan ekonomi dalam merumuskan suatu teori akuntansi menekankan padapengendalian perilaku dari indikator – indikator makroekonomi yang dihasilkan oleh adopsidari berbagai tehnik akuntansi. Ketika pendekatan etis berfokus pada suatu konsep“kewajaran” dan pendekatan sosiologi pada suatu konsep “kesejahteraan sosial”, pendekatanekonomi berfokus pada suatu konsep dari “kesejahteraan ekonomi umum”. Berdasarkan pendekatan pada pendekatan, pilihan dari tehnik akuntansi yang berbeda akan tergantungpada pengaruh mereka pada situasi ekonomi nasional.

PENDEKATAN SELEKTIF UNTUK PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI
Secara umum, perumusan suatu teori akuntansi dan pengembangan prinsip – prinsipakuntansi telah mengikuti pendekatan selektif, atau kombinasi dari berbagai pendekatan, dan bukannya hanya satu dari pendekatan yang disajikan disini.
Pendekatan selektif adalahterutama merupakan akibat dari berbagai usaha oleh individu dan professional serta organisasipemerintahan untuk berpartisipasi dalam pematangan konsep dan prinsip dalam akuntansi.Pendekatan selektif ini telah memberikan peningkatan kepada pendekatan baru yangdiperdebatkan dalam literatur pendekatan peraturan, pendekatan perilaku, serta pendekatankejadian, prediksi dan positif
Pendekatan tradisional terhadap perumusan suatu teori akuntansi telah menggunakanmetodologi normatif atau metodologi deskrptif, suatu pendekatan teoritis tau non teoritis,suatu bentuk alas an deduktif atau induktif, dan telah berfokus pada suatu konsep“kewajaran”, “kesejahteraan sosial”, atau “kesejahteraan ekonomi”.
Pendekatan tradisional telah berubah secara perlahan menjadi pendekatan selektif dan mulai diganti oleh pendekatan – pendekatan yang lebih baru. Apa pun pendekatan yang dipilih, penting untuk diingat bahwa suatu teori akuntansi harus dikonfirmasikan untuk dapat diterima.
Pendekatan Pajak
Bila kita mengkaji asal mula teoritis akuntansi pajak, kita akan segera menemukan bahwatujuan – tujuan akuntansi akuntansi pajak sangat berbeda dengan tujuan – tujuan pelaporankeuangan. IRS tidak begitu tertarik pada pengukuran penghasilan suatu perusahaandibandingkan dengan penetapan suatu dasar untuk keperluan pajak. Akibatnya, kesimpulanakuntansi pajak tidak relevan untuk keperluan kita.Aturan – aturan pajak penghasilan mempunyai pengaruh yang merugikan pada teori danprinsip akuntansi dalam banyak bidang. Kecenderungan untuk menerima ketentuan pajak penghasilan sebagai prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum ini patut disayangkan.Berikut adalah contoh – contohnya;
1.      setiap metode penyusuta yang dapat diterima untuk keperluan pajak juga dapat diterima untuk keperluan akuntansi, tanpa memperhatikan apakah metode itumengikuti atau tidak mengikuti teori akuntansi yang baik dalam situasi yang bersangkutan.
2.      LIFO harus digunakan untuk keperluan pelaporan keuangan jika metode itu digunakan dalam laporan pajak.
3.      Karena undang-undang pajak tidak mengijinkan, biasanya tidak dibuat penyisihan dalam laporan keuangan untuk “mengakui” beban – beban perbaikan dan pemeliharaan kecuali yang dilakukan secara tidak langsung dan secara tidak beraturan melalui penyusutan yang dipercepat.
Singkatnya, pengaruh pemajakan penghasilan perusahaan pada akuntansi di AmerikaSerikat dan negara – negaa lain memang besar, tetapi sebagian besar bersifat tidak langsung. UU pajak itu sendiri tidak menjadi perintis jalan dalam pemikiran akuntansi

PENDEKATAN LEGAL
Pendekatan kedua terhadap akuntansi yang banyak dipakai para pendatang baru untuk menganalisis situasi – situasi seperti kasus ABC adalah dengan menyarankan untuk memperoleh pendapat hukum (legal). Tentu saja, seperti yang dikatakan sebagian orang, suatu penjualan harus diakui bila hak milik legal berpindah. Sayangnya, cara ini tidak menyelesaikan masalah tersebut segampang yang diharapkan orang karena biasanya hak berpindah bila persidangan yang mengadili suatu kasus memutuskan bahwa hak memangsudah berpindah.FASB dalam menetapkan suatu Kerangka Dasar Konseptual untuk akuntansi, menyelidiki penggunaan hukum untuk menetapkan prinsip –prinsip akuntansi.
Mereka mencatat bahwadalam banyak situasi selalu ada masalah ekonomi selain masalah legal. “Para pengacara dan hakim memandang konsep properti dan konsep-konsep yang terkait dengan cara yang hampir sama dengan cara para akuntan dan pengusahan memandang aktiva, dan merekamenghadapi kesulitan dalam hal yang hampir sama dalam hal definisi.
Bahwa mereka tidak selalu sampai pada kesimpulan yang sama seringkali mencerminkan fakta bahwa para  pengacara itu biasanya tertarik pada penghasilan yang tersedia untuk pajak atau penghasilanyang tersedia untuk dividend an bukan pada penghasilan dalam pengertian suatu pertambahannilai atau suatu ukuran efisiensi operasional.Pendekatan etika terhadap teori akuntansi menekankan konsep – konsep keadilan,kebenaran, dan kewajaran (Justice, truth, fairness). Yang menarik, setiap konsep inimenemukan jalannya sendiri untuk sampai pada Kerangka Dasar Konseptual yang diciptakanoleh FASB. Pertimbangan seperti tidak adanya kesengajaan untuk memihak (bias) dan kejujuran penyajian (repsepsentional faitfulness) dianggap sebagai karakteristik yang perludalam sistem akuntansi yang andal.
Netralitas, yang berarti bahwa informasi tidak bolehdipoles agar mempengaruhi perilaku ke arah tertentu, adalah sifat yang sangat penting dalampenetapan standar. Pertimbangan etika, dengan kata lain, mempunyai pengaruh yang meresapdi seluruh aspek akuntansi.
PENDEKATAN EKONOMI
Makroekonomi :
Pendekatan makroekonomi mencoba menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan alternative pada pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkatan yanglebih luas daripada perusahaan, seperti industri atau perekonomian nasional.

Mikroekonomi :
Pendekatan mikroekonomi terhadap teori akuntansi mencoba menjelaskanpengaruh prosedur pelaporan alternative pada pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomipada tingkatan perusahaan. Teori akuntansi modern, yang didasarkan pada mikro ekonomi, oleh karenanya berfokus pada perusahaan sebagai satuan usaha ekonomi yang kegiatan utamanya mempengaruhi perekonomian melalui operasi di pasar. Pandangan inilah yangdianut oleh FASB dalam Kerangka Dasar Konseptualnya.
Pendekatan ini mengambil sebagai fundamennya dasar pemikiran (premis) bahwa informasi keuangan memiliki konsekuensi ekonomi yang tidak dapat dielakkan.

Akuntansi Sosial Korporasi :
Pandangan mikroekonomi terhdap akuntansi tidak mestimencakup semua pengaruh perusahaan pada masyarakat. Biaya polusi lingkungan,pengangguran, kondisi kerja yang tidak sehat, dan masalah – masalah sosial lainnya tidak dilaporkan oleh perusahaan, kecuali sejauh biaya-biaya itu ditanggung langsung oleh perusahaan melalui pemajakan dan regulasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar